Berita  

Bangkitkan Semangat Korban Kebakaran, Relawan STIKes PNAD Gelar Trauma Healing di Posko Pengungsian Jagong Jeget

Aceh Tengah – 1fakta.com

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Payung Negeri Aceh Darussalam (PNAD) menggelar kegiatan trauma healing bagi para korban musibah kebakaran yang berada di posko pengungsian Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa STIKes PNAD terhadap kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga korban yang masih berada dalam suasana duka setelah mengalami musibah kebakaran.

Melalui kegiatan trauma healing, mahasiswa mengajak para korban, terutama anak-anak, mengikuti berbagai aktivitas yang bersifat menyenangkan dan edukatif. Kegiatan diisi dengan permainan bersama, interaksi, hiburan, serta aktivitas lainnya yang bertujuan memberikan suasana positif di tengah kondisi pengungsian.

Ketua Panitia, Rima Juwita, mengatakan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari aksi kemanusiaan mahasiswa STIKes PNAD untuk memberikan dukungan moral kepada para korban.

«“Kami ingin hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan dukungan secara emosional kepada para korban. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak dan masyarakat di posko pengungsian dapat sedikit terhibur dan kembali bersemangat,” ujar Rima Juwita.»

Menurutnya, kondisi pascakebakaran tidak hanya berdampak secara materi, tetapi juga dapat memberikan tekanan emosional bagi para korban. Karena itu, mahasiswa berupaya memberikan pendampingan dan suasana yang lebih menyenangkan selama berada di posko pengungsian.

Sementara itu, Satria Budi, SKM., MKM., CPHP., selaku dosen pembimbing kegiatan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan trauma healing tersebut.

«“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Sebagai mahasiswa di bidang kesehatan, mereka tidak hanya dituntut memahami aspek kesehatan secara teori, tetapi juga mampu hadir dan memberikan kontribusi ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat dan musibah,” ujar Satria Budi.»

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para korban dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu serta nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Kegiatan trauma healing ini juga menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial mahasiswa STIKes PNAD dalam membantu korban kebakaran Jagong Jeget. Sebelumnya, mahasiswa telah membuka posko penerimaan bantuan di Klinik STIKes PNAD dan menghimpun berbagai bantuan dari mahasiswa, alumni, sivitas akademika, serta masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa STIKes PNAD menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui dukungan psikososial, pendampingan, dan kehadiran langsung di tengah masyarakat.

STIKes PNAD berharap para korban kebakaran dapat segera pulih, bangkit, dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh semangat.

STIKes PNAD Peduli dan Berbagi
“Hadir untuk menguatkan, bersama untuk bangkit.”