Siborongborong – 1fakta.com
Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara. Kali ini, pekerjaan Peningkatan/Rehabilitasi Saluran pada D.I. Simok-Mok (PHTC-5B) di wilayah Sitabotoba Toruan, Kecamatan Siborongborong, diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.Kamis,20/08/2026
Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.540.423.324,35, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Sibundong Batang Toru.
Penyedia jasa pelaksana adalah CV. Calanda Java Energy, sedangkan CV. Balakosa Consultant tercatat sebagai konsultan pengawas.
Sementara itu, Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PPUPR) Kabupaten Tapanuli Utara, Sampe Simorangkir, saat dihubungi awak media, berharap pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur pengairan memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian, sehingga kualitas pekerjaan dan keberfungsian jaringan irigasi harus menjadi perhatian.
“Kami berharap pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur pengairan harus mampu mendukung kebutuhan pertanian dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujar Sampe Simorangkir.
Ia juga berharap seluruh proses pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan dan memperhatikan kondisi teknis di lapangan sehingga hasil pembangunan dapat berfungsi secara optimal.
Bagi masyarakat, irigasi bukan hanya persoalan saluran air. Keberadaan jaringan irigasi berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Karena itu, rehabilitasi D.I. Simok-Mok diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian serta membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pengairan, terutama pada musim tanam.
Dengan nilai pekerjaan mencapai lebih dari Rp3,5 miliar, masyarakat tentu berharap proyek tersebut dikerjakan secara profesional, tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis.
Pengawasan juga dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga sejak awal hingga selesai.
Masyarakat juga diharapkan dapat ikut melakukan pengawasan sosial dengan tetap mengedepankan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pada akhirnya, anggaran yang digunakan merupakan uang negara yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Harapan rakyat sederhana: proyek selesai tepat waktu, kualitasnya terjamin, pengawasannya berjalan, dan hasilnya benar-benar dirasakan petani.
Jika terlaksana dengan baik, rehabilitasi saluran D.I. Simok-Mok bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Siborongborong.
Sebab ketika air mengalir dengan baik, produktivitas pertanian tumbuh dan harapan masyarakat pun ikut mengalir.
(1F/Mukhtar.S)


