Subussalam – 1fakta.com
SUBULUSSALAM, 9 September 2026 — Kondisi , SDN.1Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, menjadi sorotan. Sejumlah guru mengeluhkan kondisi sekolah yang dinilai memprihatinkan, terutama terkait kurang keterbukaan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemenuhan kebutuhan sekolah, serta kehadiran kepala sekolah.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan salah seorang guru kepada awak media, terdapat sejumlah kebutuhan operasional sekolah yang disebutkan belum terpenuhi secara maksimal. Bahkan, untuk kebutuhan sederhana seperti ATK, spidol, guru harus menggunakan uang pribadi.
Keluhan juga diarahkan pada transparansi penggunaan dana BOS. Menurut keterangan guru tersebut, pihak bendahara BOS disebut mengalami kebingungan ketika dana BOS telah dicairkan karena tidak ada keterbukaan menggunakan anggaran untuk membeli sejumlah peralatan yang dibutuhkan sekolah.
“Untuk membeli kebutuhan sekolah saja terkadang harus menggunakan uang pribadi guru. Kami tentu kecewa dengan kondisi seperti ini,” ujar salah seorang guru yang diminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Tak hanya persoalan fasilitas dan dana operasional, kehadiran kepala sekolah, Heriandi, S.Pd., juga dipertanyakan. Guru tersebut menyebutkan kepala sekolah jarang berada di sekolah cuman hadir sebentar dalam waktu singkat saja.
Keluhan lain yang disampaikan menyangkut kebutuhan konsumsi sederhana di lingkungan sekolah. Menurut sumber, untuk membeli gula maupun menyediakan kopi bagi tamu yang datang ke sekolah pun disebutkan tidak tersedia, dengan anggaran yang memadai. Bahkan air minum untuk tamu juga disebut menjadi persoalan.
Kepala Sekolah Sulit Ditemui,
Pantauan awak media juga disebut telah dilakukan beberapa kali ke sekolah tersebut. Namun, kepala sekolah belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangan mengenai berbagai persoalan yang dikeluhkan guru.
Setiap kali ditanyakan keberadaan kepala sekolah, awak media mendapat penjelasan dari sejumlah guru bahwa kepala sekolah sedang ada urusan di Kantor Dinas Pendidikan.
Kondisi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan: bagaimana pengawasan dan pelayanan pendidikan dapat berjalan maksimal apabila pimpinan sekolah tidak selalu berada di tempat?
Namun demikian, seluruh keluhan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak guru dan perlu dikonfirmasi kepada kepala sekolah serta pihak terkait.
Dinas Pendidikan Diminta Turun Tangan
Atas kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Subulussalam diminta tidak tinggal diam. Dinas terkait dinilai perlu melakukan pemeriksaan dan evaluasi secara objektif terhadap tata kelola sekolah, termasuk penggunaan dana BOS, pemenuhan kebutuhan operasional, serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah.
Jika ditemukan adanya persoalan administrasi atau pelaksanaan tugas yang tidak sesuai ketentuan, Dinas Pendidikan harus mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.
Kepala sekolah pada prinsipnya bukan hanya bertanggung jawab terhadap administrasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam memastikan proses belajar mengajar berjalan baik, memberikan keteladanan kepada guru, serta memastikan kebutuhan dasar sekolah terpenuhi.
Jangan sampai lemahnya tata kelola di tingkat sekolah justru menjadi beban bagi guru dan berdampak pada hak anak-anak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak.
Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan kehadiran pimpinan sekolah menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang mengenai pengelolaan dana BOS dan kondisi sebenarnya di SDN 1 Lae Pemualan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan dari Kepala SDN 1 Lae Pemualan maupun Dinas Pendidikan Kota Subulussalam terkait keluhan tersebut.
( B.kadri )


