Siborongborong – 1fakta.com
SMP Negeri 4 Siborongborong menggelar pemilihan Ketua OSIS sebagai sarana pembelajaran demokrasi, disiplin, dan kepemimpinan bagi siswa.
Kegiatan yang mengusung tema “OSIS Peduli Sekolah Harmonis” ini diikuti oleh tiga kandidat, yakni Yoselin Silalahi (kelas VIII-3, wali kelas Fitri Sitorus, S.Pd), Sean Sibagariang (kelas VIII-7, wali kelas Dasa Lubis, S.Pd), dan Martin Nababan (kelas VIII-1, wali kelas Sulastriani Purba, S.Pd).
Sebelum pemungutan suara, para kandidat mengikuti tahapan kampanye dengan menyampaikan visi dan misi di hadapan seluruh siswa. Debat antar kandidat juga digelar guna memberikan pemahaman kepada para pemilih terkait program kerja masing-masing calon.
Pemungutan suara dilaksanakan menggunakan sistem pencoblosan di bilik suara. Seluruh siswa dan guru turut ambil bagian sebagai pemilih dengan tertib sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Jumlah pemilih tercatat sebanyak 681 orang yang terdiri dari siswa dan guru. Dari jumlah tersebut, 30 suara dinyatakan tidak sah, sedangkan 651 suara dinyatakan sah.

Hasil perolehan suara menunjukkan Yoselin Silalahi memperoleh 46 suara, Sean Sibagariang memperoleh 110 suara, dan Martin Nababan meraih 495 suara. Dengan demikian, Martin Nababan ditetapkan sebagai Ketua OSIS terpilih.
Ketua panitia pemilihan yang juga mantan Ketua OSIS, Marcel Hutasoit, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana nyata bagi siswa untuk belajar demokrasi secara langsung.
“Dari sinilah kami belajar bagaimana tata cara berdemokrasi yang baik dengan sistem pemilu tanpa intervensi. Guru juga ikut serta memilih dengan penuh suka ria, dengan tetap mempedomani asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pemilihan OSIS ini merupakan murni karya dan inisiatif para siswa, tanpa intervensi dari pihak sekolah maupun komite.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Siborongborong, Juniarta Simamora, S.Pd, mengapresiasi partisipasi aktif seluruh warga sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi siswa dan guru yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini menjadi pembelajaran penting dalam membentuk karakter disiplin dan demokratis,” katanya.
Pemerhati pendidikan, Alboin Butar-Butar, SH, yang juga merupakan dosen di UNITA Siborongborong, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam membangun karakter generasi muda.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang praktik demokrasi yang sehat. Selain itu, ini juga melatih tanggung jawab, kejujuran, dan kedewasaan dalam mengambil keputusan sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, model pembelajaran partisipatif seperti ini perlu terus dikembangkan di lingkungan sekolah agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami konsep demokrasi, tetapi juga mampu menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
(1F/L.Tamp)

