Berita  

Bisukma Grup Buka Suara Terkait Isu Penguasaan 21 Dapur MBG di Taput dan Toba

Tapanuli Utara – 1fakta.com

Beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan sebanyak 21 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba dikuasai oleh satu kelompok tertentu mendapat tanggapan resmi dari Bisukma Grup.

Melalui kuasa hukumnya, Melva Tambunan, SH., M.Kn, pendiri Yayasan Bisukma, Dr. Erikson Sianipar, M.M., menegaskan bahwa seluruh keterlibatan Bisukma Grup dalam Program Makan Bergizi Gratis dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Melva, pihaknya menghormati setiap bentuk kontrol sosial dan pengawasan publik terhadap pelaksanaan program pemerintah. Namun, informasi yang berkembang di tengah masyarakat dinilai perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan sesuai aturan,” ujar Melva Tambunan, Senin (15/6/2026).

Melva menjelaskan, keterlibatan Bisukma Grup dalam program tersebut berangkat dari pengalaman panjang Yayasan Bisukma Bangun Bangsa yang sejak tahun 2009 aktif bergerak di bidang pendidikan di kawasan Tapanuli Raya.

Selama lebih dari 16 tahun, yayasan tersebut menjalankan berbagai program peningkatan literasi, kepemimpinan, kewirausahaan, hingga simulasi pemberian makanan bergizi kepada peserta didik. Dari berbagai kegiatan tersebut, yayasan menemukan masih banyak anak sekolah yang datang tanpa sarapan, memiliki daya tahan tubuh yang rendah, dan belum memperoleh asupan gizi yang memadai.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Bisukma Grup turut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ketika program itu ditetapkan sebagai program prioritas nasional.

SPPG Bisukma yang mulai beroperasi di Tarutung pada Mei 2025 disebut sebagai dapur MBG pertama di kawasan Tapanuli Raya. Kehadiran dapur tersebut kemudian diikuti dengan berdirinya sejumlah dapur MBG lainnya di berbagai kecamatan, seperti Pangaribuan, Garoga, Siborongborong, Pagaran, Sipoholon, Siatas Barita, Pahae Julu, Pahae Jae, Simangumban, hingga Kabupaten Toba.

Menanggapi isu yang berkembang, Bisukma Grup menegaskan bahwa 21 SPPG yang beroperasi di wilayah Tapanuli Utara dan Toba tidak berada di bawah satu yayasan yang sama.

Menurut Melva, seluruh dapur tersebut berada di bawah tiga yayasan berbeda yang telah mengikuti proses pendaftaran, verifikasi, serta pembangunan sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

“Pendirian seluruh SPPG dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Tidak ada yayasan yang menaungi lebih dari sepuluh SPPG dan tidak ada SPPG yang terafiliasi dengan partai politik maupun kelompok kepentingan tertentu,” tegasnya.

Dalam operasionalnya, Bisukma Grup menerapkan sistem tata kelola terpadu yang meliputi pengelolaan operasional, administrasi dan keuangan, sumber daya manusia, komunikasi, evaluasi, hingga pelaporan. Sistem tersebut diterapkan guna memastikan pelayanan kepada penerima manfaat berjalan efektif, efisien, dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas layanan dan keamanan pangan, Bisukma Grup juga telah melengkapi berbagai persyaratan pendukung, antara lain Sertifikat Sanitasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta tengah menyelesaikan sertifikasi penyelia halal, sertifikasi halal, HACCP, ISO 22000, dan ISO 45001.

Lebih lanjut, Bisukma Grup menyatakan terbuka terhadap pengawasan, pemeriksaan, maupun audit dari instansi yang berwenang. Sikap tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga transparansi serta mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami terbuka terhadap pengawasan dan evaluasi dari pihak yang berwenang. Komitmen kami adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Melva Tambunan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di media sosial terkait dugaan penguasaan puluhan dapur MBG oleh satu kelompok tertentu.

Bisukma Grup menegaskan seluruh aktivitas dan pengelolaan SPPG dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan tetap berada dalam koridor pengawasan pemerintah.

(Tims/1F/L.Tamp)

Jangan copy berita ini!