Tapanuli Utara – 1fakta.com
Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mendorong lahirnya generasi muda berprestasi kembali diwujudkan melalui dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., secara resmi melepas 52 atlet muda U-13 dan U-15 yang akan mewakili Tapanuli Utara pada ajang Piala Soeratin di Kota Sibolga, Selasa (25/8/2026).
Pelepasan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara. Kontingen tersebut terdiri dari 27 pemain U-13 dari Sipoholon FC yang dilatih Nakkok Sipahutar dan 25 pemain U-15 dari SSB Siborongborong United di bawah asuhan Roganda Pakpahan.
Para pemain bersama jajaran pelatih dan ofisial dijadwalkan mengikuti pertandingan di Stadion Horas Sibolga hingga 29 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Bupati Jonius Taripar menegaskan bahwa pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini, merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Taput yang memiliki karakter, disiplin dan mental kompetitif.
Menurutnya, prestasi tidak hanya dapat diraih melalui jalur akademik. Dunia olahraga juga terbuka menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun masa depan.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen penuh mendukung setiap program yang membina prestasi anak-anak kita, baik akademik maupun non-akademik. Bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas dan selalu jaga kesehatan,” tegas Bupati.
Ia juga berpesan agar para atlet tidak menjadikan Piala Soeratin semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan, tetapi sebagai kesempatan untuk menimba pengalaman, membangun mental bertanding dan membawa nama baik Tapanuli Utara.
“Jadikan ajang ini sebagai pembuktian bahwa anak-anak Taput mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tapanuli Utara, Betty Sitorus, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati terhadap pembinaan atlet sejak usia dini.
Menurutnya, dukungan pemerintah yang berjalan bersama pelatih, pengurus klub dan orang tua menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Kita berharap anak-anak ini tidak hanya berprestasi pada Piala Soeratin, tetapi juga terus berkembang dan nantinya mampu membawa nama Tapanuli Utara ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pelepasan tersebut turut dihadiri jajaran Disparbudpora Taput, para pelatih, ofisial serta orang tua atlet.
Keberangkatan 52 pemain muda ini menjadi harapan baru bagi sepak bola Tapanuli Utara. Bukan sekadar mengejar trofi, tetapi membawa semangat bahwa talenta muda Taput layak mendapat ruang, pembinaan dan kesempatan untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
(1F/Mukhtar.S)


