TARUTUNG, 1Fakta.com
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berorientasi pada karakter, literasi, dan kompetensi abad ke-21. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Tarutung, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Joinher Wellington Ambarita dan Kepala SMP Negeri 1 Tarutung Elfransco Sinaga. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah menyambut tahun ajaran baru sekaligus memperkuat implementasi program prioritas pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara.
Bupati menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter peserta didik yang kuat serta kemampuan literasi yang memadai sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Revitalisasi Lingkungan Sekolah Saat meninjau lingkungan sekolah, Bupati meminta agar aset-aset yang sudah tidak layak pakai segera dihapus sesuai ketentuan dan dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau.
“Lingkungan yang asri, rapi, dan hijau akan sangat memengaruhi kenyamanan serta psikologis belajar anak-anak kita. Aset yang sudah rusak sebaiknya segera dihapuskan sesuai prosedur regulasi, lalu kita ubah menjadi taman hijau yang indah,” ujar Bupati.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang efektif.
SAITAPAIAS dan TAPAMAJUMA Harus Dirasakan Siswa Di dalam kelas, Bupati berdialog langsung dengan para siswa untuk menguji pemahaman mereka terhadap program SAITAPAIAS, yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam pembentukan karakter peserta didik.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi program TAPAMAJUMA sebagai gerakan penguatan literasi yang mencakup kemampuan berhitung, membaca, serta berbicara dan bercerita.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya pintar di atas kertas, tetapi juga cakap berkomunikasi. Biasakan mereka bercerita, baik fiksi maupun kisah nyata, yang di dalamnya selalu disisipkan pesan moral yang kuat,” tegasnya.
Peran Guru Tak Akan Pernah Digantikan AI Di hadapan para guru dan tenaga kependidikan, Bupati juga menyinggung pesatnya perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak akan mampu menggantikan sentuhan hati dan keteladanan seorang guru.
“Di tengah keterbukaan informasi saat ini, murid-murid kita mungkin akan lebih cepat pintar menggunakan teknologi dibanding kita. Namun ingatlah, ada satu hal yang tidak akan pernah dimiliki oleh AI, yaitu hati, karakter, dan kualitas moral. Di sinilah peran krusial Bapak dan Ibu guru melalui program SAITAPAIAS,” ungkap Bupati.
Ia berharap para pendidik terus menjadi teladan dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan budaya.
Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit Menutup kunjungannya, Bupati menyapa para peserta didik baru dan memberikan motivasi agar memiliki mimpi besar serta semangat belajar yang tinggi.
“Gantungkan mimpi dan cita-cita kalian setinggi langit. Jangan pernah takut bermimpi menjadi orang hebat yang sukses. Namun ingat, mimpi yang besar harus dibarengi dengan usaha yang maksimal, belajar dengan tekun, serta disiplin yang tinggi untuk menggapainya,” pesan Bupati.
Motivasi tersebut disambut antusias para siswa baru yang mengikuti MPLS. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap melalui penguatan program SAITAPAIAS dan TAPAMAJUMA, lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global.
(1F/Mukhtar.S)

