Aceh Timur – 1fakta.com
Dugaan pengumpulan data pribadi warga oleh mantan Geuchik Gampong Alutui, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, puluhan warga mengaku telah menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk kepentingan pengurusan surat tanah, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait realisasi maupun perkembangan program tersebut.
Warga menilai janji pengurusan surat tanah yang disampaikan sebelumnya kini hanya menjadi tanda tanya besar. Dokumen yang diminta telah lama diserahkan, namun hasil yang dijanjikan tak kunjung terlihat.
“Sudah bertahun-tahun ada yang menunggu. KK dan KTP sudah diberikan, tetapi surat tanah yang dijanjikan tidak pernah ada kejelasan,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan untuk apa sebenarnya data kependudukan mereka dikumpulkan jika hingga kini tidak ada penjelasan resmi maupun laporan perkembangan kepada masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta mantan geuchik yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan negatif di tengah masyarakat.
“Kalau memang ada kendala, sampaikan kepada warga. Jangan diam seolah-olah persoalan ini tidak pernah ada. Masyarakat berhak mengetahui nasib dokumen yang telah mereka serahkan,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.
Warga juga mendesak aparatur gampong dan instansi terkait untuk turun tangan menelusuri persoalan tersebut. Menurut mereka, transparansi dan akuntabilitas sangat penting, terutama jika menyangkut data pribadi masyarakat dan administrasi pertanahan.
Hingga berita ini ditulis, mantan Geuchik Gampong Alutui yang disebut-sebut mengumpulkan KK dan KTP warga belum memberikan keterangan maupun klarifikasi resmi. Sikap bungkam tersebut justru semakin menambah tanda tanya di kalangan masyarakat yang hingga kini masih menunggu kepastian atas pengurusan surat tanah yang pernah dijanjikan.
Masyarakat Alutui kini hanya meminta satu hal: kejelasan. Sebab kepercayaan yang telah diberikan warga seharusnya dibalas dengan tanggung jawab dan keterbukaan, bukan dengan diam yang berkepanjangan.(JOHAN).

