Berita  

Hari Ketujuh Pendinginan Karhutla di Pelalawan, Tim Gabungan Sisir Lokasi Hingga ke Titik Dalam

PELALAWAN – RIAU – 1Fakta. Com

Upaya pendinginan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Memasuki hari ketujuh, Jumat, 25 Juli 2025, tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Teluk Meranti, IPDA Boby Even, melanjutkan penyisiran di area terdampak berdasarkan titik koordinat yang terpantau melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK).

Lokasi kebakaran tersebar di dua desa, yakni Desa Kuala Panduk dan Desa Pangkalan Terap, dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 20 hektare. Jenis tanah yang terbakar merupakan lahan gambut milik masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan konsesi perusahaan.

“Kondisi saat ini sudah terkendali. Titik asap sudah jauh berkurang dan satu titik api terakhir telah berhasil disekat. Tim masih melakukan penyisiran untuk pendinginan dari pinggir ke bagian tengah sekatan,” ujar IPDA Boby.

Sebanyak 111 personel dikerahkan dari berbagai unsur, termasuk Polri, TNI, BPBD, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tim reaksi cepat (RPK) dari sejumlah perusahaan di sekitar lokasi. Mereka didukung oleh berbagai peralatan pemadaman seperti 8 unit mesin mini striker, 5 unit Max Tri, 140 roll selang, drone, hingga 5 unit alat berat excavator.

Akses menuju lokasi karhutla terbilang sulit. Dari Polsek Teluk Meranti, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam melalui darat dan sungai, ditambah 4 kilometer berjalan kaki ke arah hutan.

“Cuaca panas, angin kencang, dan terbatasnya sumber air di tengah lokasi membuat penanganan semakin menantang. Karena itu, tim membuat embung dan sekat bakar di sekitar lokasi dengan menggunakan alat berat,” tambah Kapolsek.

Selain pemadaman, tim juga memasang police line dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Koordinasi dilakukan dengan perangkat desa, manajemen perusahaan, dan instansi terkait untuk mempercepat pendinginan dan pencegahan lanjutan.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, S.I.K, menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri bersama pihak terkait untuk menjaga wilayah dari ancaman karhutla.

“Kami tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga pada penegakan hukum serta mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar John Louis.

Hingga kini, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali, dengan pengawasan ketat melalui jalur udara dan darat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan copy berita ini!