Berita  

Kekecewaan Masyarakat Atas Pergantian Kartini Sianipar di SDN 1 No.173270 Siborongborong

Siborongborong – 1fakta.com

Pergantian kepala sekolah di SD Negeri 1 No.173270 Siborongborong masih menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga dan orang tua siswa mengaku kecewa atas pergantian Kartini Sianipar, S.Pd yang kini kembali menjadi guru biasa di sekolah tersebut.

Kekecewaan masyarakat muncul karena pergantian dilakukan di saat prestasi, kedisiplinan, serta sistem pengawasan sekolah dinilai sedang mengalami peningkatan. Selama masa kepemimpinannya, Kartini Sianipar dianggap mampu membawa perubahan positif dalam proses belajar mengajar maupun pembentukan karakter siswa.

Selain disiplin guru dan siswa yang dinilai semakin baik, perhatian terhadap keamanan anak-anak di lingkungan sekolah juga mendapat apresiasi dari para wali murid. Para siswa disebut diarahkan tetap berada di area sekolah sebelum dijemput orang tua guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu pemerhati pendidikan sekaligus warga Siborongborong, Sahat Martua Tampubolon, mengatakan masyarakat masih berharap sosok Kartini Sianipar dapat kembali memimpin sekolah tersebut di masa mendatang.

“Kami melihat beliau mampu membawa perubahan yang baik bagi sekolah. Disiplin meningkat, suasana belajar lebih tertib, dan orang tua merasa lebih tenang terhadap keamanan anak-anak di sekolah. Karena itu masyarakat masih berharap Ibu Kartini bisa kembali menakhodai SDN 1 No.173270 Siborongborong,” ujarnya kepada awak media, Minggu (17/05/2026).

Tidak hanya soal pergantian jabatan, keputusan menjadikan Kartini Sianipar kembali sebagai guru biasa di sekolah tersebut juga menjadi perhatian serius sejumlah pemerhati pendidikan. Mereka mempertanyakan alasan kebijakan itu dilakukan di tengah kondisi sekolah yang dinilai sedang menunjukkan perkembangan positif.

“Kalaupun memang harus diganti, kenapa harus kembali menjadi guru biasa di sekolah yang sama? Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Jangan sampai muncul anggapan adanya tekanan atau perlakuan yang tidak adil,” ungkap salah seorang pemerhati pendidikan.

Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik, sekaligus menjaga suasana pendidikan tetap kondusif di SDN 1 No.173270 Siborongborong.

(1F/Mukhtar.S)

Jangan copy berita ini!