Tabanan – 1Fakta.com, Kasdim 1619/Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada menghadiri penutupan Parade Budaya dalam rangka HUT ke-34 LPD Desa Adat Bedha yang berlangsung meriah di wantilan Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kec. Tabanan. Kegiatan tersebut menjadi wujud pelestarian adat dan budaya Hindu, sekaligus mempererat kebersamaan antara LPD, krama Desa Adat Bedha, dan masyarakat, Minggu (12/7/2026)
Acara penutupan dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh adat, pengurus LPD Desa Adat Bedha, krama desa adat, serta masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Parade budaya yang digelar dalam rangka HUT ke-34 LPD Desa Adat Bedha menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan dan kontribusi LPD dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis adat. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi wahana pelestarian adat dan budaya Hindu yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara LPD Desa Adat Bedha, krama desa adat, serta masyarakat umum.
Dalam kesempatan tersebut, Kasdim Tabanan Mayor Inf I Gede Nariada menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan budaya yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Parade budaya ini merupakan cerminan semangat gotong royong, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur. Kami mengapresiasi LPD Desa Adat Bedha yang tidak hanya berperan dalam mendukung perekonomian desa adat, tetapi juga aktif menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga kebersamaan seperti ini terus terpelihara demi terciptanya masyarakat yang harmonis, aman, dan sejahtera,” ucapnya.
Penutupan Parade Budaya HUT ke-34 LPD Desa Adat Bedha berlangsung dengan penuh semangat, menampilkan kekayaan seni dan tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali sekaligus menegaskan sinergi yang erat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya sebagai jati diri bangsa serta memperkuat persatuan menuju Tabanan yang maju, aman, dan berbudaya.
(CC89)

