Subulussalam – 1fakta.com
Perselisihan antara wadah Siber Wartawan Indonesia (SWI) dan Penjabat (Pj) Buluh Duri, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Mihardi, akhirnya diselesaikan secara damai. Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan yang difasilitasi Polsek Simpang Kiri, Sabtu (15/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Mapolsek Simpang Kiri itu turut dihadiri Kapolsek Simpang Kiri, AKP Evizarriato, S.AB. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak diberikan ruang untuk menyampaikan persoalan serta mencari jalan keluar melalui komunikasi dan musyawarah.
Kapolsek Simpang Kiri mengajak SWI dan pihak Pj Buluh Duri mengedepankan komunikasi serta menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Ajakan tersebut mendapat respons positif dari kedua belah pihak hingga akhirnya tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan secara damai.
Perselisihan yang terjadi beberapa minggu sebelumnya disebut berawal dari kesalahpahaman dan adanya persoalan yang menimbulkan ketersinggungan antara SWI dengan pihak Pj Buluh Duri. Kondisi tersebut sempat menimbulkan ketegangan dan berpotensi berkembang apabila tidak segera diselesaikan.
Setelah dilakukan komunikasi dan penyamaan persepsi, kedua pihak akhirnya sepakat mengakhiri polemik tersebut. Kesepakatan damai diharapkan dapat memperbaiki hubungan yang sebelumnya sempat terganggu sekaligus mencegah munculnya persoalan serupa di kemudian hari.
Kapolsek Simpang Kiri menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan mengedepankan musyawarah.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, SWI dan Pj Buluh Duri menyatakan persoalan yang sebelumnya dilatarbelakangi kesalahpahaman telah diselesaikan secara damai. Kedua pihak diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas masing-masing dengan hubungan yang lebih baik.
Penyelesaian melalui dialog tersebut menjadi contoh bahwa perbedaan pendapat tidak harus berujung pada konflik berkepanjangan. Kesepakatan damai dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta hubungan yang harmonis di tengah masyarakat Kota Subulussalam.
(B. Kadri)


