Wabup Taput Soroti Kinerja OPD: Evaluasi Harus Nyata, APBD Wajib Terbuka ke Publik

TAPANULI UTARA – 1Fakta.com

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Evaluasi kinerja harus dilakukan secara nyata, koordinasi internal diperkuat, dan setiap kegiatan pemerintah yang menggunakan APBD harus diketahui masyarakat.

Pesan tegas itu disampaikan Deni saat memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di halaman Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (7/9/2026).

Apel tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, pejabat eselon III, serta jajaran pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

Deni menekankan bahwa setiap pimpinan OPD memiliki tanggung jawab untuk memastikan program kerja tidak berhenti sebatas perencanaan maupun laporan administratif. Pemantauan dan evaluasi harus dilakukan secara formal untuk mengukur sejauh mana program berjalan efektif, efisien, dan sesuai sasaran.

Ia juga menyoroti pentingnya kekompakan di setiap organisasi perangkat daerah. Menurutnya, pimpinan tidak boleh bekerja sendiri, sementara staf hanya menjadi pelengkap struktur organisasi.

“Bonding di dinas harus berjalan. Antara pimpinan OPD dengan jajarannya harus terbangun kerja sama yang baik. Semua staf harus dilibatkan dalam pekerjaan,” tegas Deni.

Anggaran Terbatas Bukan Alasan
Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, Wabup meminta seluruh aparatur tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan.

Sebaliknya, keterbatasan tersebut harus menjadi pemicu bagi OPD untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan terobosan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Artinya, setiap perangkat daerah dituntut tidak hanya mampu menghabiskan anggaran, tetapi juga harus mampu menunjukkan hasil dan manfaat dari setiap program yang dijalankan.

Deni juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar memiliki rasa memiliki terhadap Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya dalam menyambut rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Utara.
APBD Digunakan, Publik Berhak Tahu
Salah satu pesan paling tegas dalam apel tersebut berkaitan dengan keterbukaan informasi publik.

Deni meminta seluruh OPD aktif menggunakan media sosial untuk menyampaikan kepada masyarakat berbagai kegiatan pemerintah, pembangunan, pelayanan, termasuk kegiatan yang menggunakan APBD.
“Tidak ada kegiatan yang terlalu kecil untuk dipublikasikan di media sosial, apalagi kegiatan yang menggunakan APBD. Masyarakat perlu mengetahui apa yang kita kerjakan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penggunaan APBD tidak cukup hanya dipertanggungjawabkan secara administratif di lingkungan pemerintahan. Publik juga perlu mendapatkan informasi mengenai apa yang dikerjakan pemerintah dengan anggaran daerah.
Dengan demikian, transparansi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari akuntabilitas pemerintahan.

Wabup berharap seluruh OPD mulai memperkuat budaya kerja yang berbasis evaluasi, kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan. Setiap pimpinan OPD dituntut mampu menggerakkan seluruh jajarannya agar bekerja secara terarah dan menghasilkan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

(1F/Mukhtar.S)