Buge Ara – 1fakta.com
Jembatan penghubung menuju area perkebunan masyarakat di Desa Buge Ara, Kecamatan Ketol, kembali hanyut terbawa arus sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, jembatan ini dikenal dalam kondisi sangat baik dan menjadi akses utama warga menuju perkebunan. Namun sejak bencana banjir yang sempat menerjang beberapa bulan lalu, kondisi jembatan mengalami kerusakan parah.
Pasca bencana tersebut, masyarakat secara swadaya melakukan gotong royong untuk membangun kembali jembatan agar aktivitas pertanian tetap berjalan. Upaya itu sempat membuahkan hasil, dan jembatan kembali bisa digunakan oleh warga.
Namun nahas, jembatan yang baru diperbaiki tersebut kembali tidak mampu menahan derasnya arus sungai dan akhirnya hanyut untuk kedua kalinya.
“Sudah kami bangun bersama, tapi karena arus terlalu kuat, jembatan kembali rusak dan hanyut,” ujar salah seorang warga.
Akibat kejadian ini, akses masyarakat menuju kebun kembali terputus, sehingga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada hasil perkebunan.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk membangun jembatan yang lebih kokoh dan tahan terhadap bencana, serta penanganan darurat agar akses warga dapat segera pulih.
Saat ini, warga terpaksa mencari jalur alternatif dengan risiko tinggi demi tetap bisa mencapai lahan perkebunan mereka.

