Berita  

Air Mata di Ambang Kelulusan: Kisah Haru BEM STIKes PNAD Rangkul Mahasiswa yang Kehilangan Ibunda Dua Minggu Jelang Wisuda

Bener Meriah – 1fakta.com

4 November 2026  Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Payung Negeri Aceh Darussalam (STIKes PNAD). Dua minggu menjelang pelaksanaan prosesi wisuda yang telah dinanti-nantikan, salah satu mahasiswa calon wisudawan, Lucya Aprida, harus menghadapi kenyataan pahit atas berpulangnya sang ibu kandung tercinta ke rahmatullah.

Merespons kabar duka tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes PNAD bergerak cepat menunjukkan aksi solidaritas nyata. Pengurus BEM beserta perwakilan mahasiswa langsung mendatangi rumah duka yang berlokasi di Desa Degol, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Di sana, mereka menggelar doa bersama sekaligus menyerahkan donasi serta santunan langsung kepada keluarga mahasiswa yang sedang berduka. Kegiatan takziah dan penyerahan santunan ini juga didampingi langsung oleh dosen STIKes PNAD, Bapak Satria Budi, SKM., MKM., CPHP.

Ketua BEM STIKes PNAD, Akmal BS, menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas ujian berat yang menimpa rekan mereka.

“Kami segenap pengurus BEM dan seluruh keluarga besar mahasiswa STIKes PNAD turut berdukacita yang sangat mendalam kepada saudari Lucya Aprida atas berpulangnya Ibunda tercinta. Kelulusan dan wisuda adalah momen yang seharusnya dirayakan penuh kebahagiaan bersama orang tua. Kehilangan seorang ibu di saat selangkah lagi menuju prosesi wisuda adalah cobaan yang luar biasa berat. Melalui doa bersama dan donasi ini, kami ingin merangkul serta menguatkan saudara kami agar tetap tabah,” ujar Akmal.

Kehadiran pihak dosen dalam mendampingi aksi mahasiswa ke Desa Degol ini juga menegaskan komitmen institusi kampus yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga empati dan kepedulian sosial yang tinggi di luar lingkungan kampus.

Aksi penggalangan dana solidaritas (donasi) ini dilakukan secara sukarela oleh para mahasiswa sebagai wujud kepedulian antarsesama. BEM STIKes PNAD berharap bantuan dan dukungan moral yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban keluarga almarhumah yang ditinggalkan di Kecamatan Timang Gajah.

Meskipun diselimuti awan duka, pihak kampus dan organisasi kemahasiswaan memastikan akan terus mendampingi Lucya Aprida hingga hari kelulusan tiba. Momentum ini menjadi bukti eratnya ikatan kekeluargaan serta rasa kemanusiaan yang tertanam kuat di lingkungan kampus STIKes PNAD Bener Meriah.

Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan, khususnya saudari Lucya Aprida, diberikan kekuatan serta keikhlasan yang luas.